KAKAN KEMENAG LUTIM HADIRI DIALOG KERUKUNAN PEMUDA KRISTEN DAN PEMBINAAN MODERASI BERAGAMA
Malili (Kemenag Lutim) Seksi Urusan Agama Kristen gelar Dialog Kerukunan Internal Pemuda Kristen dan Pembinaan Moderasi Beragama di Gereja POUK Jamaat Malili yang dibuka langsung oleh H. Muhammad Yunus Kepala Kantor Kemenag Lutim. Selasa (24/06/2025). Tujuan dari kegiatan tersebut adalah pemberian bekal ilmu pada generasi muda yang akan diimplementasikan sejak masa remaja dan menjadi bekal di masa depan. Kasi Urusan Agama Kristen, Rita Irawati dalam sambutannya menjelaskan, pada awalnya kegiatan dialog tersebut hanya dilakukan oleh tokoh agama, kemudian mengambil inisiatif untuk menggantinya dengan melibatkan para pemuda dan pemudi yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan dan perlu pembinaan. Lebih lanjut kegiatan ini juga dimaksudkan agar anak-anak muda khususnya pemuda kristen dipersiapkan menghadapi kehidupan di masa muda dan masa depan yang lebih baik.
Ada dua materi yang dipaparkan dalam agenda tersebut yaitu pengenalan kesehatan organ reproduksi dan menentukan keputusan dalam hidup dengan jumlah peserta 30 orang anak dengan rentan usia 15 tahun ke atas. Kakan Kemenag Lutim membuka sambutannya, dengan mengutip perkataan bapak Proklamator Republik Indonesia yaitu, "berikan aku 1000 orang tua maka akan ku cabut Semeru dan berikan aku 10 pemuda maka akan ku goyangkan dunia". H. Muhammad Yunus, Kakan Kemenag mengungkapkan untuk menjadi pemuda yang hebat dibutuhkan perjuangan yang sangat panjang dan untuk menjadi 10 pemuda hebat dibutuhkan kerja keras yang konsisten.
Lebih lanjut Kakan kemenag Lutim juga menjelaskan bahwa pemuda yang dewasa adalah pemuda yang dapat membedakan yang baik dan yang buruk, serta perlunya penanaman pemahaman moderasi beragama dikalangan anak muda dengan tidak memaksakan cara pandang kita harus sama dengan cara pandang orang lain, serta perlunya saling memahami dalam perbedaan tanpa diskriminasi dan pentingnya memanusiakan manusia berdasarkan ajaran agama dalam kehidupan sosial. Sebagaimana diketahui bahwa moderasi beragama menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang toleran dan inklusif sebagai penerus bangsa generasi muda perlu memiliki pemahaman ajaran agama yang moderat agar mampu menjadi pelopor perdamaian dan menghormati dan Harmoni di di tengah keberagaman. Selanjutnya diharapkan pula agar generasi muda dapat memiliki karakter yang kuat, dan tangguh sebagai individu yang akan menjadi penerus bangsa.


